Minggu, 18 Maret 2012

PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN

Pendahuluan.
Kepribadian merunjuk bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu lainya.pada dasarnya definisi kepribadian secara umum adalah cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman hidupnya
Perkembangan kepribadian
Suatu gambaran yang sangat teliti dari proses perkembangan psikososial dan psikoseksual mulai dari lahir sampai dewasa.

Tahap perkembangan kepribadiaan :
1.ifancy(masa kelahiran sampai  mampu berbicara ,usia 18 bulan)
2.chidhood (masa kanak-kanak ,usia 18bln sampai 5 thn.)
3.juvenile(5-11thn)
4.preadolescenca(masa pra dewasa antara 11-13 thn)
5.early adolescence(masa dewasa,antara 14-17)
6.late adolescene (masa dewasa akhir ,antara 18-20 thn)
7.adulthood (masa dewasa /sebagai orang tua,setelah usia 20-30thn)

Dalam makalah ini kami mmembahas tentang perkembangan kepribadian,perkembangan kepribadian pada anak,dan perkembangan kepribadian remaja


       
Teori MURPHY tentang Kepribadian,tekananya justru pada perkembangan kepribadian ini. Usaha pertamanya adalah untuk merumuskan hypotenesa-hypotenesa yang cukup tepat dan cukup merangkum tentang bagimana kepribadian itu berkembang.
1).fase-fase Perkembangan
        Dalam hal ini ,MURPHY membedakan atas tiga masa perkembangan,yaitu fase keseluruhan ,fase diferensiasi dan fase imegrasi .
       Pada fase pertama ,individu berbuat  terlebih lebih sebagai keseluruhan terhadap keseluruhan situasi . hal demikian ini kita saksikan pada bayi.
       Pada fase kedua ,fungsi-fungsi khusus mengalami diferensiasi ,dan muncul dari keseluruhan .
       Pade fase ketiga,fungsi-fungsi yang sudah mengalami diferensiasi diintegrasikan dalam suatu umtas yang terkoordinasi dan terorganisasi.          
 Ketiga fase ini    bukanlah fase-fase yang dapat di batasi dengan tajam ,melainkan ketiganya mengalami Overlaping satu sama lainanya.kecuali itu dinamikanya  ,perkembangan itu dapat maju tetapi dapat juga mundur ,  selanjutnya komponen-komponen ,tidak selalu serempak perkembangannya,sehingga salah satu komponen mungkin sudah mengalami perkembangan yang lebih jauh ,dari pada komponen yang lain.
2).Hal-hal memungkinkan perkembangan organisme dan lingkungan.
        Pada garis besarnya ,tentang hal ini MURPHY mengikuti pendapat KONVERGENSINYA   W.STERN.
3). Belajar sebagai bentuk perkembangan .
       Menurut MURPHY ,proses belajar terjadi karena adanya interaksi antara organisme yang dasarnya bersifat individual dan lingkungan khusus tertentu.sebagai hal dari pada interaksi ini,maka terbentuklah koneksi antara kebutuhan-kebutuhan dan response –response ,antara tegangan dengan tingkahlaku yang menguubah teganga tersebut .                                             
Koneksi-koneksi  jaringan dalam dan bentuk-bentuk tingkahlaku  itu terbentuk oleh dua macam proses ,yaitu kanalisasi dan pensyaratan .                                       isi pengertian kanalisis ini ,mirip dengan pengertian CATHEXIS pada psikhoanalisa,dan fiksasi .
         Kanalisasi,adalah proses yang memberi jalan tersalurnya motif atau konsentrasi energi pada tingkahlaku .seperti para ahli yang lain .didalamnya individu,,terdapat pada daerah tertentu semacam kosentrasi energi .  kemudian energi tersebut,terbagi kedaerah-daerah lain melewati saluran-saluran ,dan energi itu dapat dipergunakan  dalam berbagai tujuan .
         Bagaimana kanalisasi dapat terbentuk ?
         Dalam hal ini individu memilih keadaan tertentu yang akan diberinya response ,selanjutnya dengan trial and error yang terarah oleh paraedis-posisi individu yang bersangkutan membimbing kearah yang khusus pula .
         Jika salah satu bentuk response tertentu ternyata memberi kesenangan , maka pribadi akan cenderung melakukan fiksasi pada bentuk penyaluran yang demikian kuat itu .tiap kali ia mengulangi tingkahlaku dan mendapatkan kepuasan, maka kanal antara response dan kebutuhan menjadi makin dalam.
          Kekuatan suatu kanalisasi itu mmenurut MURPHY dapat di perhitungkan dan ini tergantung pada empat faktor:
a.               Kekuatan kebutuhan ,yaitu konsentrasi dalam jaringan
b.               Intensita kepuasan ,yaitu besar perubahan tegangan
c.               Taraf atau fase perkembangan tertentu , dan
d.              Frekwensi kepuasa
         Keempat faktor tersebut berhubungan secara fungsional dan kompensatoris .seseorang, mungkin punya kebutuhan yang lemah dan kepuasan yang tipis ,tetapi karena pengalaman semacam ini berulang-ulang maka kanalisasinya menjadi cukup kuat .sebaliknya ,kalau suatu kebutuhan yang sangat kuat sekoyong-koyong terpenuhi dengan sangat memuaskan maka kanalisasinya sudah cukup kuat pula ,tanpa ulangi lagi.
          Seprti halnya FREUD,MURPHY berpendapat bahwa masa kanak-kanak adalah masa yang sangat menentukan bagi perkembangan seseorang. Kanalisasi yang terjadi pada masa kanak-kanak,mungkin tertutup oleh masa berikutnya . tetapi itu bukan berarti hilang .pada kondisi-kondisi tertentu misalnya :frustasi,cemas, konflik,dan sebagainya . kanalisasi itu mungkin akan muncul lagi sebagai semula .                                                                                                 peristiwa senacam itu  misalnya pada regresi .lebih dari itu ,kanalisasi yang terjadi pada masa kanak-kanak merupakan dasar di bangunya kanalisasi di hari kemudian.
4).sosialisasi sebagai bentuk perkembangan  
      Kecuali perkembangan itu merupakan proses asosiasi ,diferensiasi integrasi. MURPHY mengakui pula bahwa faktor sosiokulturil mempengaruhi kepribadian dalam empat cara yaitu:
a.               Masyarakat mempunyai suatu rangkaian tanda-tanda  yang menjadi tujuan persyaratan anak-anak yang hidup di dalamnya. Misalnya memberikan sesuatu dengan tangan kiri yang oleh masyarakat dipandang sebagai suatu cara yang tidak sopan, maka hal itu akan dijadikan persyaratan dalam pembentukan kebiasaan.
b.               Masyarakat,melalui berbagai lembaga membawa anak-anak untuk mengkanalisasikan energi mereka.
c.               Masyarakat, dengan hadiah dan hukuman dapat mengubah dorongan-dorongan implusif,menjadi dorongan yang lebih tepat di terima oleh masyarakat  tetapi dorongan-dorongan yang ditekan tidak hilang, pada suatu kali akan muncul lagi.
d.              Masyarakat, didalam proses-proses perseptuil dan kognitif dapat membawa anggota-anggotanya sedemikian rupa ,sehingah mereka akan belajar dan berpikir sesuai dengan norma-norma masyarakat itu. Dengan demikian mereka akan cenderung untuk mendapatkan kesamaan dalam sikap,perasaan disebut,sampai batas-batas.
            Jadi antara kepribadian dan masyarakat ,adalah merupakan figura dan background.tidak dapat di pisahkan .
          Salah satu yang penting didalam proses sosialisasi adalah peranan.     Seseorang yang benar-benar sudah mengalami proses sosialisasi,akan berbuat sesuai dengan harapan masyarakat terhadapnya.ia akan memainkan peran-peranya dengan baik .tiap masyarakat mempunyai semacam norma untuk menentukan peranan apa yang sepatutnya dibawakan oleh tiap-tiap anggotanya .anak diharapkan berbeda dengan orang dewasa,seorang pria diharapkan berbeda dengan wanita dalam suatu hal dsb. Peranan adalah fungsi sosial yang di dapatkan oleh individu dari masyarakatnya dalam perkembangannya dengan belajar ,baik secara sengaja maupun tidak dengan secara sengaja.













Perkembangan kepribadian Remaja.
Dra.yulia singgih D.Gunarsa
    Dalam pembahasan mengenai remaja ,sering terlihat adanya pemakaian istilah yang menunjukan masa atau fase kehidupan yang tidak sama .demikian pula istilah asing yang berkaitan dengan masa yang akan dibahas ini ,beraneka ragam. Istilah pubertas dan perkataan puber sering di pakai dalam bahasa sehari-hari .
  Untuk memudahkan pembahasan mengenai remaja selanjutnya akan diambil beberapa pengertian  sebagai patokan,mengingat adanya perbedaan yang bisa menyesatkan dalam pembicaraan . misalkan sebutan puber bisa di pakai untuk anak yang memperlihatkan prilaku yang menyulitkan orang di sekitarnya.
   Sebutan puber berasal dari pubertas ,dari bahasa latin
    Pubertas berarti kelaki-lakian dan menunjukan kedewasaanya yang dilandasi oleh sifat-sifat kelakian dan di landasi oleh kematangan fisik .puber berasal dari akar kata pubes ,berarti rambut-rambut kemaluan ,yang menandakan kematangan fisik .dengan demikian masa pubertas meliputi masa peralihan dari masa anak sampai tercapainya kematangan fisik ,yakni dari umur 12 tahun sampai umur 15 tahun. Pada masa ini terutama terlihat perubahan-perubahan jasmaniah berkaitan dengan proses kematangan jenis kelamin .terlihat pula adanya perkembangan psikososial berhubungan dengan berfungsinnya seseorang dalam lingkungan sosial ,yakni dengan melepaskan diridari ketergantungan pada orang tua, pembentukan rencana hidup dan pembentukan sistem nilai-nilai.    



CONTOH:
PERKEMBANGGAN  KEPRIBADIAN  ANAK YANG TERJADI DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH,ANTARA GURU DAN MURID
      Setiap orang biasanya pernah mengalami pendidikan formal di sekolah. Sejak usia 4 atau 5 sampai taraf sekolah lanjutan tingkat atas, bahkan mungkin taraf yang lebih tinggi dari itu. Umumnya 12 thn ,bahkan kadang-kadang lebih dari itu ,seseorang menuntut ilmu di bangku pendidikan formal ,sesuai dengan minat dan kesempatan yang ada .
    Orang yang paling bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas di sekolah adalah guru .selain mengajar dan mendidik, guru berperan dalam mengembangan kepribadian anak didiknya ,disamping orang tua .
guru dipandang serba tahu dan serba mampu oleh murid-muridnya. Apa yang dikatakan oleh guru dianggap pasti benar. Demikian besarnya kepercayaan murid terutama anak-anak sekolah dasar .tentu keprcayaan yang demikian besar ini akan mempengaruhi pembentukan pribadi dan perkembangan kepri badian  secara keseluruhan.
   Karena melalui guru anak-anak akan terbentuk kepribadianya yang mendasar sehinggah anak-anak dapat membedakan baik buruknya sesuatu yang akan dilakukan . dan semua hal tersebut akan menjadi patokan pembentukan /perkembangan kepribadian anak di masa yang selanjutnya.
 





                                                                                            




Pengertian Bioinstrumentasi



Bioinstrumentasi adalah Alat untuk mengukur, merekam , dan mengirim data pada fungsi tubuh, serta perawatan yang di gunakan dalam industri perawatan kesehatan, untuk memeberikan ketrampilan dan memperluas pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang keperwatan.

Metode dan Proses pengukuran
·        Metode Radiasi
              Dalam Mikrobiologi radiasi gelombang elektromagnetik yang banyak di gunakan adalah radiasi sinar Ultraviolet, radiasi sinar Gamma, atau Sinar X dan sinar matahari. Sinar matahari banyak mengandung sinar ultraviolet,  sehigga secara langsung dapat dipakai untuk proses sterilisasi. Sinar ultraviolet yang diserap oleh sel organisme yang hidup,Khususnya oleh Nukleotida maka electron-elektron dari molekul sel akan hidup mendapat tambahan energy.tambahan energy ini kadang-kadang cukup kuat untuk mengganggu bahkan merusak ikatan intramolekuler, misalnya ikatan atom hydrogen dalam DNA. Perubahan intramolekuler ini menyebabkan kematian pada sel-sel tersebut. Beberapa plasma sangat peka terhadap sinar ultraviolet sehingga mudah menjadi rusak.Sinar gamma mempunyai tenaga yang lebih besar dari pada sinar ultraviolet dan merupakan radiasi penggion.interaksi antara sinar gamma dengan materi biologi sangat tinggi sehingga mampu memukul electron pada kulit atom sehingga menghasilkan pasangan ion (Pair Prodution). Cairan sel baik intraselular maupun extra selular akan terionisasi sehingga menyebabkan kerusakan dan kematian pada mikro organisme tersebut.


·        Metode Pemanasan dengan Uap air dan Pengaruh Tekanan (Auto clave)
Benda yang akan disucihamakan diletakkan diatas lempengan saringan dan tidak langsung mengenai air di bawanya. Pemanasan dilakukan hingga air mendidih ( diperkirakan pada suhu 100°C ),pada tekanan 15 1b temperature mencapai 121°C. Organisme yang tidak berspora dapat dimatikan dalam tempo 10 menit saja. banyak jenis spora hanya dapat mati dengan pemanasan 100°C selama 30 menit tetapi ada beberapa jenis spora dapat bertahan pada temperature ini selama bebrapa jam.

·        Metode Pemanasan Secara Kering
Pemanasan kering ini kurang efektif apabila temperature kurang tinggi. Untuk mencapai efektifitas diperlukan pemanasan mencapai temperature antara 160°C sampai dengan 180°C pada temperatur ini akan menyebabkan kerusakan pada sel-sel hidup dan jaringan; hal ini disebabkan terjadinya autooksidasi sehingga baktri pathogen dapat terbakar.

·        Metode Pemanasan Secara Intermitten/terputus-putus
John Tyndall (1877) memperoleh dari hasil penelitiannya bahwa dalam temperatur didih (100°) selama 1 jam tidak dapat membunuh semua mikroorganisme tetapi apabila air didihkan berulang-ulang sampai 5 kali dan setiap air mendidih istirahat berlangsung 1 menit akan sangat berhasil untuk membunuh kuman.

·      Metode Incineration ( Pembakaran langsung )
Alat-alat platina khrome yang akan disteril dapat dilakukan melalui pembakaran secara langsung pada nyala lampu bunzen hingga mencapai merah padam.


·          Metode Penyaringan ( Filtration )
Metode penyaringan berbeda dengan metode pemanasan. Sterilisasi dengan metode pemansan dapat membunuh mikroorganisme tetapi mikroorganisme yang mati tetap berada pada material tersebut, sedangkan sterilisasi dengan metode penyaringan mikroorganisme tetap hidup hanya dipisahkan dari material.


Aplikasi Pengukuran Dalam Keperawatan

Alat ukur volume paru-paru antara lain :
1.        Spirometer
2.      Peak Flow rate

1.        Spirometer
Alat ini dipakai untuk mengukur aliran udara yang masuk dan keluar paru-paru dan dicatat dalam grafik volume perwaktu sipenderita disuruh bernafas ( menarik nafas dan menghembuskan nafas ) dimana hidung penderita ditutup .

2.      Peak flow rate
Penderita disuruh meniup dengan sekuat-kuatnya . Alat peak flaw  meter ini dipergunakan untuk mengetahui udara ekspirasi maksimum ( Liter/Menit), Peak flow rate ini sangat tergantung akan usia dan jenis kelamin . usia berkisar 25-45 tahun menunjukkan Flow rate yang tinggi sedangkan kurang dari 25 tahun dan lebih dari 50 tahun menunjukkan Flow rate yang rendah demikian pula antara laki-laki dan wanita sangat berbeda. Wanita berkisar 380-480 liter/menit sedangkan laki-laki 520-650 liter/menit.

Macam-Macam Peralatan & Cara perawatan Klinik

·        Macam – macam peralatan
     Kedokteran mempunyai peralatan yang beraneka ragam misalnya EKG, EEG, diatermi gelombang mikro, ultrasonic , tabung reaksi , pipet, tang spatle, pingset bedah, pingset anatomi, gunting, forcep, hand schoen dan lain-lain. Dari sekian banyak peralatan kedokteran, dapat dikategorikan menjadi 4 yaitu :
1.        Peralatan Elektronika
2.      Peralatan dari bahan baku logam
3.      Peralatan dari bahan baku gelas
4.     Peralatan dari bahan baku karet/plastic


1.        Peralatan Elektronika
Peralatan elektronika yang dimaksud adalah peralatan yang mempergunakan sumber daya listrik, misalnya alat electrocardiography,electo encephalography, unit thermography, ventilator, unit monitor EKG dan lain-lain.

2.    Peralatan dari bahan baku logam
Bahan baku logam yang biasa dipakai adalah Nikel, Alpaka, Tembaga, dan Logam campuran lainnya. Peralatan dari bahan logam ini banyak ragamnya,misalnya Forcep ekstrasi , gunting, pingset, jarum hecting, dan lain-lain

3.      Peralatan dari bahan baku gelas
Bahan baku gelas bisanya dipakai adalah pyrex, fiber gelas. Contoh : vacum extractive/ekstrasi vakum, pipet, tabung reaksi, buret dan lain-lain.
·     Cara Perawatan Klinik (Peralatan)

Peralatan kedokteran pada hakekatnya dibagi dalam 4 kategori (Elektronika, Logam, Gelas dan Karet), maka perawatan peralatan dibagi menjadi 4 pula .

1.        Perawatan alat elektonika
Peralatan elektronika sangat peka terhadap goncangan sehingga perlu dihindari dari goncangan. Hindari penggunaan peralatan dari medan magnet yang kuat agar sensivitas meter tidak berubah. Alat-alat elektronika tidak tahan pada suhu diatas 25°C, sehingga pada waktu penggunaan suhu ruangan sebaiknya berkisar antara 18°C s/d 25°C, rata-rat pada temperature 21°C. Untuk menghindari suhu terlalu tinggi, pada alat perlu ditempati kipas angin sekitar power supply/ sumber daya alat tersebut.

2.      Perawatan alat dari bahan baku logam
Alat-alat yang terbuat dari logam misalnya besi,tembaga maupun aluminium sering terjadi karatan. Untuk menghindari terjadinya hal demikian maka alat-alat tersebut harus di simpan pada tempat yang mempunyai temperatur tinggi (± 37°C ) dan lingkungan yang kering kalau perlu memakai bahan silicon sebagai penyerap uap air. Sebelum disimpan alat tersebut harus bebas dari kotoran debu maupun air yang melekat, kenudian diolesi dengan minyak olie, minyak rem atau paraffin cair.

3.      Peralatan alat dari bahan baku gelas
Bahan gelas banyak dipakai dalam laboratorium medis. Ada bebrapa keuntungan maupun kelemahan dari bahan baku gelas tersebut dalam segi perawatan maupun memperlakukan alat-alat gelas harus di perhatikan ;
a.     Penyimpanan pada ruangan yang suhunya berkisar 27°C sampai 30°C dan diberi tambahan lampu 25 watt.
b.     Ruangan tempat penyimpanan diberi bahan silicon sebagai zat higroskopis.
c.      Gunakan alcohol,aceton,kapas,sikat halus, dan pompa angin untuk membersihkan debu dari permukaan kaca/gelas. Usahakan pada waktu membersihkan lensa jangan sampai merusak lapisan lensa.
d.     Pada waktu memanaskan tabung reaksi hendaknya ditempatkan diatas kawat kasa; atau boleh melakukan pemanasan secara langsung asalkan bahan gelas terbuat dari pyrex.
e.      Gelas yang akan direbus hendaknya jangan dimasukkan langsung kedalam air yang sedang mendidih melainkan gelas dimasukkan kedalam air yang dingin kemudian dipanaskan secara perlahan-lahan. Sebaiknya untuk pendinginan mendadak tidak diperkenankan
f.       Membersihkan bahan/kotoran dari gelas sebaiknya segera setelah dipakai dapat digunakkan;
1)      Air yang bersih
2)    Detergent : dapat menghilangkan lemak dan tidak membawa efek perubahan fisik
3)    Larutan : Kalium dichromat 10 gr
                 Asam Belerang     25 ml
                 Aquadest               75 ml

  Kadang-kadang memerlukan perendaman sampai beberapa jam, kemudian dibilas dengan air bersih,dikeringkan dengan udara panas selalu disimpan ditempat yang

4.     Perawatan alat dari bahan baku karet
Sarung tangan dari karet/hand schoen mudah sekali meleleh atau melekat apabila disimpan terlalu lama. Untuk menghindari kerusakkan dari bahan karet, sebelum melakukan penyimpanan mula-mula dibersihkan kotoran darah atau cairan obat dengan cara mencuci dengan sabun kemudian dikeringkan dengan menjemur dibawah sinar matahari atau hembusan udara hangat, selain itu di taburi talk pada seluruh permukaan karet .

kumpulan askep