Minggu, 18 Maret 2012

PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN

Pendahuluan.
Kepribadian merunjuk bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu lainya.pada dasarnya definisi kepribadian secara umum adalah cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman hidupnya
Perkembangan kepribadian
Suatu gambaran yang sangat teliti dari proses perkembangan psikososial dan psikoseksual mulai dari lahir sampai dewasa.

Tahap perkembangan kepribadiaan :
1.ifancy(masa kelahiran sampai  mampu berbicara ,usia 18 bulan)
2.chidhood (masa kanak-kanak ,usia 18bln sampai 5 thn.)
3.juvenile(5-11thn)
4.preadolescenca(masa pra dewasa antara 11-13 thn)
5.early adolescence(masa dewasa,antara 14-17)
6.late adolescene (masa dewasa akhir ,antara 18-20 thn)
7.adulthood (masa dewasa /sebagai orang tua,setelah usia 20-30thn)

Dalam makalah ini kami mmembahas tentang perkembangan kepribadian,perkembangan kepribadian pada anak,dan perkembangan kepribadian remaja


       
Teori MURPHY tentang Kepribadian,tekananya justru pada perkembangan kepribadian ini. Usaha pertamanya adalah untuk merumuskan hypotenesa-hypotenesa yang cukup tepat dan cukup merangkum tentang bagimana kepribadian itu berkembang.
1).fase-fase Perkembangan
        Dalam hal ini ,MURPHY membedakan atas tiga masa perkembangan,yaitu fase keseluruhan ,fase diferensiasi dan fase imegrasi .
       Pada fase pertama ,individu berbuat  terlebih lebih sebagai keseluruhan terhadap keseluruhan situasi . hal demikian ini kita saksikan pada bayi.
       Pada fase kedua ,fungsi-fungsi khusus mengalami diferensiasi ,dan muncul dari keseluruhan .
       Pade fase ketiga,fungsi-fungsi yang sudah mengalami diferensiasi diintegrasikan dalam suatu umtas yang terkoordinasi dan terorganisasi.          
 Ketiga fase ini    bukanlah fase-fase yang dapat di batasi dengan tajam ,melainkan ketiganya mengalami Overlaping satu sama lainanya.kecuali itu dinamikanya  ,perkembangan itu dapat maju tetapi dapat juga mundur ,  selanjutnya komponen-komponen ,tidak selalu serempak perkembangannya,sehingga salah satu komponen mungkin sudah mengalami perkembangan yang lebih jauh ,dari pada komponen yang lain.
2).Hal-hal memungkinkan perkembangan organisme dan lingkungan.
        Pada garis besarnya ,tentang hal ini MURPHY mengikuti pendapat KONVERGENSINYA   W.STERN.
3). Belajar sebagai bentuk perkembangan .
       Menurut MURPHY ,proses belajar terjadi karena adanya interaksi antara organisme yang dasarnya bersifat individual dan lingkungan khusus tertentu.sebagai hal dari pada interaksi ini,maka terbentuklah koneksi antara kebutuhan-kebutuhan dan response –response ,antara tegangan dengan tingkahlaku yang menguubah teganga tersebut .                                             
Koneksi-koneksi  jaringan dalam dan bentuk-bentuk tingkahlaku  itu terbentuk oleh dua macam proses ,yaitu kanalisasi dan pensyaratan .                                       isi pengertian kanalisis ini ,mirip dengan pengertian CATHEXIS pada psikhoanalisa,dan fiksasi .
         Kanalisasi,adalah proses yang memberi jalan tersalurnya motif atau konsentrasi energi pada tingkahlaku .seperti para ahli yang lain .didalamnya individu,,terdapat pada daerah tertentu semacam kosentrasi energi .  kemudian energi tersebut,terbagi kedaerah-daerah lain melewati saluran-saluran ,dan energi itu dapat dipergunakan  dalam berbagai tujuan .
         Bagaimana kanalisasi dapat terbentuk ?
         Dalam hal ini individu memilih keadaan tertentu yang akan diberinya response ,selanjutnya dengan trial and error yang terarah oleh paraedis-posisi individu yang bersangkutan membimbing kearah yang khusus pula .
         Jika salah satu bentuk response tertentu ternyata memberi kesenangan , maka pribadi akan cenderung melakukan fiksasi pada bentuk penyaluran yang demikian kuat itu .tiap kali ia mengulangi tingkahlaku dan mendapatkan kepuasan, maka kanal antara response dan kebutuhan menjadi makin dalam.
          Kekuatan suatu kanalisasi itu mmenurut MURPHY dapat di perhitungkan dan ini tergantung pada empat faktor:
a.               Kekuatan kebutuhan ,yaitu konsentrasi dalam jaringan
b.               Intensita kepuasan ,yaitu besar perubahan tegangan
c.               Taraf atau fase perkembangan tertentu , dan
d.              Frekwensi kepuasa
         Keempat faktor tersebut berhubungan secara fungsional dan kompensatoris .seseorang, mungkin punya kebutuhan yang lemah dan kepuasan yang tipis ,tetapi karena pengalaman semacam ini berulang-ulang maka kanalisasinya menjadi cukup kuat .sebaliknya ,kalau suatu kebutuhan yang sangat kuat sekoyong-koyong terpenuhi dengan sangat memuaskan maka kanalisasinya sudah cukup kuat pula ,tanpa ulangi lagi.
          Seprti halnya FREUD,MURPHY berpendapat bahwa masa kanak-kanak adalah masa yang sangat menentukan bagi perkembangan seseorang. Kanalisasi yang terjadi pada masa kanak-kanak,mungkin tertutup oleh masa berikutnya . tetapi itu bukan berarti hilang .pada kondisi-kondisi tertentu misalnya :frustasi,cemas, konflik,dan sebagainya . kanalisasi itu mungkin akan muncul lagi sebagai semula .                                                                                                 peristiwa senacam itu  misalnya pada regresi .lebih dari itu ,kanalisasi yang terjadi pada masa kanak-kanak merupakan dasar di bangunya kanalisasi di hari kemudian.
4).sosialisasi sebagai bentuk perkembangan  
      Kecuali perkembangan itu merupakan proses asosiasi ,diferensiasi integrasi. MURPHY mengakui pula bahwa faktor sosiokulturil mempengaruhi kepribadian dalam empat cara yaitu:
a.               Masyarakat mempunyai suatu rangkaian tanda-tanda  yang menjadi tujuan persyaratan anak-anak yang hidup di dalamnya. Misalnya memberikan sesuatu dengan tangan kiri yang oleh masyarakat dipandang sebagai suatu cara yang tidak sopan, maka hal itu akan dijadikan persyaratan dalam pembentukan kebiasaan.
b.               Masyarakat,melalui berbagai lembaga membawa anak-anak untuk mengkanalisasikan energi mereka.
c.               Masyarakat, dengan hadiah dan hukuman dapat mengubah dorongan-dorongan implusif,menjadi dorongan yang lebih tepat di terima oleh masyarakat  tetapi dorongan-dorongan yang ditekan tidak hilang, pada suatu kali akan muncul lagi.
d.              Masyarakat, didalam proses-proses perseptuil dan kognitif dapat membawa anggota-anggotanya sedemikian rupa ,sehingah mereka akan belajar dan berpikir sesuai dengan norma-norma masyarakat itu. Dengan demikian mereka akan cenderung untuk mendapatkan kesamaan dalam sikap,perasaan disebut,sampai batas-batas.
            Jadi antara kepribadian dan masyarakat ,adalah merupakan figura dan background.tidak dapat di pisahkan .
          Salah satu yang penting didalam proses sosialisasi adalah peranan.     Seseorang yang benar-benar sudah mengalami proses sosialisasi,akan berbuat sesuai dengan harapan masyarakat terhadapnya.ia akan memainkan peran-peranya dengan baik .tiap masyarakat mempunyai semacam norma untuk menentukan peranan apa yang sepatutnya dibawakan oleh tiap-tiap anggotanya .anak diharapkan berbeda dengan orang dewasa,seorang pria diharapkan berbeda dengan wanita dalam suatu hal dsb. Peranan adalah fungsi sosial yang di dapatkan oleh individu dari masyarakatnya dalam perkembangannya dengan belajar ,baik secara sengaja maupun tidak dengan secara sengaja.













Perkembangan kepribadian Remaja.
Dra.yulia singgih D.Gunarsa
    Dalam pembahasan mengenai remaja ,sering terlihat adanya pemakaian istilah yang menunjukan masa atau fase kehidupan yang tidak sama .demikian pula istilah asing yang berkaitan dengan masa yang akan dibahas ini ,beraneka ragam. Istilah pubertas dan perkataan puber sering di pakai dalam bahasa sehari-hari .
  Untuk memudahkan pembahasan mengenai remaja selanjutnya akan diambil beberapa pengertian  sebagai patokan,mengingat adanya perbedaan yang bisa menyesatkan dalam pembicaraan . misalkan sebutan puber bisa di pakai untuk anak yang memperlihatkan prilaku yang menyulitkan orang di sekitarnya.
   Sebutan puber berasal dari pubertas ,dari bahasa latin
    Pubertas berarti kelaki-lakian dan menunjukan kedewasaanya yang dilandasi oleh sifat-sifat kelakian dan di landasi oleh kematangan fisik .puber berasal dari akar kata pubes ,berarti rambut-rambut kemaluan ,yang menandakan kematangan fisik .dengan demikian masa pubertas meliputi masa peralihan dari masa anak sampai tercapainya kematangan fisik ,yakni dari umur 12 tahun sampai umur 15 tahun. Pada masa ini terutama terlihat perubahan-perubahan jasmaniah berkaitan dengan proses kematangan jenis kelamin .terlihat pula adanya perkembangan psikososial berhubungan dengan berfungsinnya seseorang dalam lingkungan sosial ,yakni dengan melepaskan diridari ketergantungan pada orang tua, pembentukan rencana hidup dan pembentukan sistem nilai-nilai.    



CONTOH:
PERKEMBANGGAN  KEPRIBADIAN  ANAK YANG TERJADI DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH,ANTARA GURU DAN MURID
      Setiap orang biasanya pernah mengalami pendidikan formal di sekolah. Sejak usia 4 atau 5 sampai taraf sekolah lanjutan tingkat atas, bahkan mungkin taraf yang lebih tinggi dari itu. Umumnya 12 thn ,bahkan kadang-kadang lebih dari itu ,seseorang menuntut ilmu di bangku pendidikan formal ,sesuai dengan minat dan kesempatan yang ada .
    Orang yang paling bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas di sekolah adalah guru .selain mengajar dan mendidik, guru berperan dalam mengembangan kepribadian anak didiknya ,disamping orang tua .
guru dipandang serba tahu dan serba mampu oleh murid-muridnya. Apa yang dikatakan oleh guru dianggap pasti benar. Demikian besarnya kepercayaan murid terutama anak-anak sekolah dasar .tentu keprcayaan yang demikian besar ini akan mempengaruhi pembentukan pribadi dan perkembangan kepri badian  secara keseluruhan.
   Karena melalui guru anak-anak akan terbentuk kepribadianya yang mendasar sehinggah anak-anak dapat membedakan baik buruknya sesuatu yang akan dilakukan . dan semua hal tersebut akan menjadi patokan pembentukan /perkembangan kepribadian anak di masa yang selanjutnya.
 





                                                                                            




Pengertian Bioinstrumentasi



Bioinstrumentasi adalah Alat untuk mengukur, merekam , dan mengirim data pada fungsi tubuh, serta perawatan yang di gunakan dalam industri perawatan kesehatan, untuk memeberikan ketrampilan dan memperluas pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang keperwatan.

Metode dan Proses pengukuran
·        Metode Radiasi
              Dalam Mikrobiologi radiasi gelombang elektromagnetik yang banyak di gunakan adalah radiasi sinar Ultraviolet, radiasi sinar Gamma, atau Sinar X dan sinar matahari. Sinar matahari banyak mengandung sinar ultraviolet,  sehigga secara langsung dapat dipakai untuk proses sterilisasi. Sinar ultraviolet yang diserap oleh sel organisme yang hidup,Khususnya oleh Nukleotida maka electron-elektron dari molekul sel akan hidup mendapat tambahan energy.tambahan energy ini kadang-kadang cukup kuat untuk mengganggu bahkan merusak ikatan intramolekuler, misalnya ikatan atom hydrogen dalam DNA. Perubahan intramolekuler ini menyebabkan kematian pada sel-sel tersebut. Beberapa plasma sangat peka terhadap sinar ultraviolet sehingga mudah menjadi rusak.Sinar gamma mempunyai tenaga yang lebih besar dari pada sinar ultraviolet dan merupakan radiasi penggion.interaksi antara sinar gamma dengan materi biologi sangat tinggi sehingga mampu memukul electron pada kulit atom sehingga menghasilkan pasangan ion (Pair Prodution). Cairan sel baik intraselular maupun extra selular akan terionisasi sehingga menyebabkan kerusakan dan kematian pada mikro organisme tersebut.


·        Metode Pemanasan dengan Uap air dan Pengaruh Tekanan (Auto clave)
Benda yang akan disucihamakan diletakkan diatas lempengan saringan dan tidak langsung mengenai air di bawanya. Pemanasan dilakukan hingga air mendidih ( diperkirakan pada suhu 100°C ),pada tekanan 15 1b temperature mencapai 121°C. Organisme yang tidak berspora dapat dimatikan dalam tempo 10 menit saja. banyak jenis spora hanya dapat mati dengan pemanasan 100°C selama 30 menit tetapi ada beberapa jenis spora dapat bertahan pada temperature ini selama bebrapa jam.

·        Metode Pemanasan Secara Kering
Pemanasan kering ini kurang efektif apabila temperature kurang tinggi. Untuk mencapai efektifitas diperlukan pemanasan mencapai temperature antara 160°C sampai dengan 180°C pada temperatur ini akan menyebabkan kerusakan pada sel-sel hidup dan jaringan; hal ini disebabkan terjadinya autooksidasi sehingga baktri pathogen dapat terbakar.

·        Metode Pemanasan Secara Intermitten/terputus-putus
John Tyndall (1877) memperoleh dari hasil penelitiannya bahwa dalam temperatur didih (100°) selama 1 jam tidak dapat membunuh semua mikroorganisme tetapi apabila air didihkan berulang-ulang sampai 5 kali dan setiap air mendidih istirahat berlangsung 1 menit akan sangat berhasil untuk membunuh kuman.

·      Metode Incineration ( Pembakaran langsung )
Alat-alat platina khrome yang akan disteril dapat dilakukan melalui pembakaran secara langsung pada nyala lampu bunzen hingga mencapai merah padam.


·          Metode Penyaringan ( Filtration )
Metode penyaringan berbeda dengan metode pemanasan. Sterilisasi dengan metode pemansan dapat membunuh mikroorganisme tetapi mikroorganisme yang mati tetap berada pada material tersebut, sedangkan sterilisasi dengan metode penyaringan mikroorganisme tetap hidup hanya dipisahkan dari material.


Aplikasi Pengukuran Dalam Keperawatan

Alat ukur volume paru-paru antara lain :
1.        Spirometer
2.      Peak Flow rate

1.        Spirometer
Alat ini dipakai untuk mengukur aliran udara yang masuk dan keluar paru-paru dan dicatat dalam grafik volume perwaktu sipenderita disuruh bernafas ( menarik nafas dan menghembuskan nafas ) dimana hidung penderita ditutup .

2.      Peak flow rate
Penderita disuruh meniup dengan sekuat-kuatnya . Alat peak flaw  meter ini dipergunakan untuk mengetahui udara ekspirasi maksimum ( Liter/Menit), Peak flow rate ini sangat tergantung akan usia dan jenis kelamin . usia berkisar 25-45 tahun menunjukkan Flow rate yang tinggi sedangkan kurang dari 25 tahun dan lebih dari 50 tahun menunjukkan Flow rate yang rendah demikian pula antara laki-laki dan wanita sangat berbeda. Wanita berkisar 380-480 liter/menit sedangkan laki-laki 520-650 liter/menit.

Macam-Macam Peralatan & Cara perawatan Klinik

·        Macam – macam peralatan
     Kedokteran mempunyai peralatan yang beraneka ragam misalnya EKG, EEG, diatermi gelombang mikro, ultrasonic , tabung reaksi , pipet, tang spatle, pingset bedah, pingset anatomi, gunting, forcep, hand schoen dan lain-lain. Dari sekian banyak peralatan kedokteran, dapat dikategorikan menjadi 4 yaitu :
1.        Peralatan Elektronika
2.      Peralatan dari bahan baku logam
3.      Peralatan dari bahan baku gelas
4.     Peralatan dari bahan baku karet/plastic


1.        Peralatan Elektronika
Peralatan elektronika yang dimaksud adalah peralatan yang mempergunakan sumber daya listrik, misalnya alat electrocardiography,electo encephalography, unit thermography, ventilator, unit monitor EKG dan lain-lain.

2.    Peralatan dari bahan baku logam
Bahan baku logam yang biasa dipakai adalah Nikel, Alpaka, Tembaga, dan Logam campuran lainnya. Peralatan dari bahan logam ini banyak ragamnya,misalnya Forcep ekstrasi , gunting, pingset, jarum hecting, dan lain-lain

3.      Peralatan dari bahan baku gelas
Bahan baku gelas bisanya dipakai adalah pyrex, fiber gelas. Contoh : vacum extractive/ekstrasi vakum, pipet, tabung reaksi, buret dan lain-lain.
·     Cara Perawatan Klinik (Peralatan)

Peralatan kedokteran pada hakekatnya dibagi dalam 4 kategori (Elektronika, Logam, Gelas dan Karet), maka perawatan peralatan dibagi menjadi 4 pula .

1.        Perawatan alat elektonika
Peralatan elektronika sangat peka terhadap goncangan sehingga perlu dihindari dari goncangan. Hindari penggunaan peralatan dari medan magnet yang kuat agar sensivitas meter tidak berubah. Alat-alat elektronika tidak tahan pada suhu diatas 25°C, sehingga pada waktu penggunaan suhu ruangan sebaiknya berkisar antara 18°C s/d 25°C, rata-rat pada temperature 21°C. Untuk menghindari suhu terlalu tinggi, pada alat perlu ditempati kipas angin sekitar power supply/ sumber daya alat tersebut.

2.      Perawatan alat dari bahan baku logam
Alat-alat yang terbuat dari logam misalnya besi,tembaga maupun aluminium sering terjadi karatan. Untuk menghindari terjadinya hal demikian maka alat-alat tersebut harus di simpan pada tempat yang mempunyai temperatur tinggi (± 37°C ) dan lingkungan yang kering kalau perlu memakai bahan silicon sebagai penyerap uap air. Sebelum disimpan alat tersebut harus bebas dari kotoran debu maupun air yang melekat, kenudian diolesi dengan minyak olie, minyak rem atau paraffin cair.

3.      Peralatan alat dari bahan baku gelas
Bahan gelas banyak dipakai dalam laboratorium medis. Ada bebrapa keuntungan maupun kelemahan dari bahan baku gelas tersebut dalam segi perawatan maupun memperlakukan alat-alat gelas harus di perhatikan ;
a.     Penyimpanan pada ruangan yang suhunya berkisar 27°C sampai 30°C dan diberi tambahan lampu 25 watt.
b.     Ruangan tempat penyimpanan diberi bahan silicon sebagai zat higroskopis.
c.      Gunakan alcohol,aceton,kapas,sikat halus, dan pompa angin untuk membersihkan debu dari permukaan kaca/gelas. Usahakan pada waktu membersihkan lensa jangan sampai merusak lapisan lensa.
d.     Pada waktu memanaskan tabung reaksi hendaknya ditempatkan diatas kawat kasa; atau boleh melakukan pemanasan secara langsung asalkan bahan gelas terbuat dari pyrex.
e.      Gelas yang akan direbus hendaknya jangan dimasukkan langsung kedalam air yang sedang mendidih melainkan gelas dimasukkan kedalam air yang dingin kemudian dipanaskan secara perlahan-lahan. Sebaiknya untuk pendinginan mendadak tidak diperkenankan
f.       Membersihkan bahan/kotoran dari gelas sebaiknya segera setelah dipakai dapat digunakkan;
1)      Air yang bersih
2)    Detergent : dapat menghilangkan lemak dan tidak membawa efek perubahan fisik
3)    Larutan : Kalium dichromat 10 gr
                 Asam Belerang     25 ml
                 Aquadest               75 ml

  Kadang-kadang memerlukan perendaman sampai beberapa jam, kemudian dibilas dengan air bersih,dikeringkan dengan udara panas selalu disimpan ditempat yang

4.     Perawatan alat dari bahan baku karet
Sarung tangan dari karet/hand schoen mudah sekali meleleh atau melekat apabila disimpan terlalu lama. Untuk menghindari kerusakkan dari bahan karet, sebelum melakukan penyimpanan mula-mula dibersihkan kotoran darah atau cairan obat dengan cara mencuci dengan sabun kemudian dikeringkan dengan menjemur dibawah sinar matahari atau hembusan udara hangat, selain itu di taburi talk pada seluruh permukaan karet .

Minggu, 11 Maret 2012

Deskripsi Mata Kuliah DAFTAR MATA KULIAH PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN



Deskripsi Mata Kuliah

DAFTAR MATA KULIAH PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

  • Bahasa Indonesia dan Penulisan Ilmiah
Mata kuliah ini membahas materi tentang tata bahasa Indonesia sebagai dasar untuk melatih kemampuan mahasiswa untuk menulis karya ilmiah (makalah/paper, artikel ilmiah, skripsi, dll) sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar, baik dalam bentuk komunikasi verbal maupun non-verbal.
  • Bahasa Inggris Keperawatan I
Mata kuliah ini membahas materi tentang kaidah-kaidah yang baku dalam kemampuan berkomunikasi secara tertulis dalam Bahasa Inggris, menerjemahkan artikel/jurnal keperawatan dalam Bahasa Inggris, menyusun tulisan ilmiah sederhana dalam bahasa Inggris.
  • Bahasa Inggris Keperawatan II
Mata kuliah ini membahas materi tentang kaidah-kaidah yang baku dalam kemampuan berkomunikasi secara lisan dalam Bahasa Inggris, khususnya yang berkaitan dengan komunikasi perawat-klien sehari-hari dalam setting pelayanan kesehatan di rumah sakit, serta mampu menyimak dengan baik percakapan bahasa Inggris, secara langsung maupun tidak langsung.
  • Pendidikan Agama dan Aplikasi dalam Keperawatan
Mata kuliah ini membahas materi yang terkait dengan prinsip-prinsip agama (Islam) yang melandasi manusia dalam berhubungan dengan Tuhan (hablum-minallah), sesama manusia, sesama makhluk Tuhan, dan lingkungan sekitarnya (hablum-minannaas) dalam ruang lingkup tauhid, fiqih, dan akhlaq, termasuk di dalamnya praktik melaksanakan ajaran agama dalam merawat orang sakit, mendampingi orang dalam sakaratul maut, dan merawat jenazah.
  • Pendidikan Kewarganegaraan
Mata kuliah ini membahas materi kedudukan perawat sebagai bagian dari warga negara Indonesia dalam lingkungan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan. Dalam mata kuliah ini juga diberikan konsep integrasi nasional dan budaya Indonesia serta budaya global serta peran profesi keperawatan dalam memelihara dan mempertahankan wawasan nusantara dan integrasi bangsa.
  • Ilmu Dasar Keperawatan I
Mata kuliah ini membahas materi tentang konsep sains yang mendasari praktik keperawatan, baik ditinjau dari ilmu kimia, biologi, maupun fisika.
  • Ilmu Dasar Keperawatan II
Mata kuliah ini membahas materi tentang konsep struktur tubuh manusia dalam berbagai sistem (sistem muskuloskeletal, integumentum, traktus gastrointestinalis, traktus respiratorius, sistem saraf, traktus genitourinarius, sistem kardiovakuler, dll), konsep fungsi normal setiap sistem tersebut [konsep homeostasis, keseimbangan cairan tubuh, sistem kardiovaskuler (faal jantung sebagai pompa, faal eksitasi jantung; elektrokardiogram, hemodinamika dan faal pengaturan tekanan darah, sirkulasi darah tepi; kegagalan fungsi jantung dan syok), sistem digesti (sekresi digesti dan absorbsi pada saluran cerna; faal hati), sistem metabolisme, sistem ekskresi (faal filtrasi pembentukan urin oleh ginjal; pengaturan filtrasi, konsentrasi urin dan ekskresi urea, natrium dan kalium oleh ginjal; keseimbangan cairan tubuh dan keseimbangan asam basa), sistem respirasi (dinamika pernafasan; pertukaran dan transpor gas pernafasan; pengaturan suhu tubuh, fungsi mekanisme energi), sistem reproduksi (oogonesis/spermatogenesis, faal menstruasi dan siklus ovulasi, faal ereksi/ejakulasi), sistem endokrin (endokrinologi; adenohipofise; neurohipofise, kelenjar tiroid, paratiroid dan pankreas), sistem saraf dan indra (pembentukan informasi melalui mekanisme neurogen; sensasi somatik; faal pengawasan kegiatan motorik oleh medula spinalis, batang otak, sub korteks, korteks dan serebelum; fungsi intelektual dan perilaku; faal susunan syaraf otonom, faal sensorik), sistem gerak dan rangka (faal motorik), sistem darah (sel darah dan plasma;  faal imunitas dan alergi; golongan darah, transfusi, transplantasi; faal homeostasis dan pembekuan darah, faal dinamika pertukaran cairan antara darah, cairan interstitial dan cairan limfe), serta konsep-konsep biokimiawi yang mendasari berbagai reaksi kimia di dalam tubuh manusia (karbohidrat dan metabolismenya, lipid dan metabolismenya, protein & asam amino dan metabolismenya, DNA, enzim, biokimia darah, biokimia hormon, biokimia urin, dll)].
  • Konsep Dasar Keperawatan
Mata kuliah ini merupakan bagian dari kelompok ilmu keperawatan keperawatan dasar. Fokus mata kuliah ini adalah pada paradigma keperawatan yang meliputi berbagai konsep mengenai: manusia di sepanjang daur kehidupan, rentang sehat-sakit, keperawatan, dan lingkungan dalam konteks keluarga dan masyarakat. Juga dibahas mengenai konsep sistem kesehatan nasional, pendekatan sistem dalam pelayanan dan pendidikan keperawatan. Selain itu juga diberikan pengantar profesi keperawatan yang merupakan landasan dasar dalam menghantar mahasiswa sebagai calon perawat, pengenalan terhadap dunia keperawatan profesional. Fokus mata kuliah terhadap pemahaman akan konsep keperawatan profesional sebagai salah satu elemen dari paradigma keperawatan, karakteristik profesi secara umum, makna dan ciri-ciri khas keperawatan sebagai profesi. Kilas balik secara singkat terhadap sejarah perkembangan keperawatan dan pergeseran proses nurturing-caring dan mensosialisasikan peran, fungsi organisasi profesi keperawatan.
  • Psikologi dalam Keperawatan
Mata kuliah ini membahas materi tentang konsep dasar psikologis yang mendasari perilaku manusia, khususnya perilaku kesehatan yang meliputi health belief, psikologi sakit, komunikasi profesional kesehatan dan pasien, stres, konsep stres dan penyakit, psikologi nyeri, psikologi pencarian pertolongan kesehatan dan screening, perilaku merokok, alkoholisme, perilaku diet/makan, perilaku seksual, perilaku latihan fisik, psikologi ODHA dan penderita kanker, dan isu psikologi lainnya.
  • Kebutuhan Dasar Manusia
Fokus mata kuliah ini membahas konsep manusia dan kebutuhan dasar, prinsip, proses, serta teknik dan prosedur pemenuhan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan aktifitas dan exercise, kebutuhan istirahat dan tidur, konsep, prinsip, proses, serta teknik dan prosedur pemenuhan kebutuhan keamanan fisik dan psikologis, kebutuhan oksigenasi, kebutuhan nutrisi, kebutuhan eliminasi, kebutuhan cairan  dan elektrolit serta modalitas keperawatannya, juga membahas konsep, prinsip, proses, serta teknik dan prosedur pemenuhan kebutuhan seksualitas, kebutuhan konsep diri dan aktualisasi diri, kebutuhan spiritual dan sosial budaya, hospitalisasi dan perawatan terminal dan modalitas keperawatannya. Di dalam mata kuliah ini juga diberikan materi tentang ilmu gizi dan pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh pada berbagai tingkatan daur kehidupan manusia, modifikasi diet normal untuk keperluan terapeutik yang diperlukan dalam praktek keperawatan.Pengalaman belajar meliputi kuliah, diskusi tutorial, belajar mandiri, seminar kelas, praktek laboratorium dengan memperhatikan aspek keutuhan klien dan etis pelayanan serta implikasinya pada penelitian dan pengembangan keilmuan.
  • Sistem Informasi dalam Keperawatan
Mata kuliah ini membahas materi tentang metodologi keperawatan yang berfokus pada kemampuan berfikir kritis, etis dan logis untuk menyelesaikan masalah keperawatan. Penekanan pada pendekatan proses keperawatan sebagai metodologi ilmiah dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Kegiatan pembelajaran meliputi kuliah, diskusi dan latihan menyelesaikan masalah klien (kasus). Selain itu, dalam mata kuliah ini juga diberikan prinsip-prinsip penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam sistem pendokumentasian asuhan keperawatan.
  • Praktik Keperawatan I
Mata kuliah ini diisi dengan kegiatan praktik laboratorium dan praktik observasi atau kunjungan lapangan ke Rumah Sakit untuk mengaplikasikan mata kuliah konsep dasar keperawatan, kebutuhan dasar manusia, psikologi keperawatan dan SIK.
  • Ilmu Dasar Keperawatan III
Mata kuliah ini membahas materi tentang patofisiologi terjadinya berbagai macam penyakit, baik penyakit inflamasi dan infeksi, genetik/herediter, trauma, degeneratif, maupun neoplasma/neoplasia. Selain itu, pada mata kuliah ini juga dibahas perawatan dalam pengelolaan dan pemberian obat, jenis obat dan cara kerjanya, serta efek obat terhadap tubuh yang berkaitan dengan praktik keperawatan, dan prinsip-prinsip penggunaan dan pemberian obat yang rasional (rational drug use).
  • Ilmu Dasar Keperawatan IV
Mata kuliah ini membahas materi tentang mikrobiologi klinis yang berkaitan dengan penyakit infeksi bakteri, virus, jamur, dan parasit yang mengakibatkan penyakit pada tubuh manusia dan respon kekebalan (imunologis) tubuh manusia. Penerapan ilmu ini pada keperawatan berfokus pada struktur, fungsi, daur pertumbuhan mikroorganisme dan parasit serta reaksi tubuh terhadap mikroorganisme dan parasit tersebut. Penekanan dilakukan pada dasar-dasar pemeriksaan laboratorium, cara sterilisasi dan desinfeksi, dan upaya mencegah dampak mikroorganisme dan parasit pada tubuh manusia yang digunakan dalam praktek laboratorium. Selain itu, pada mata kuliah ini juga dibahas tentang prinsip-prinsip epidemiologi penyakit menular dan penyakit tidak menular serta dasar-dasar kependudukan (demografi) dan kegunaannya dalam pelayanan keperawatan.
  • Sosiologi-Antropologi Kesehatan
Mata kuliah ini membahas materi tentang dasar-dasar sosial dan budaya yang mendasari terbentuknya perilaku kesehatan baik pada level individu, keluarga, maupun masyarakat dan komunitas tertentu. Dalam matakuliah ini juga akan dibahas tentang konsep-konsep dasar antropologi yang berhubungan dengan perilaku manusia, membahas tentang aspek kebudayaan dan nilai-nilai budaya dan dinamikanya, aneka warna masyarakat dan kebudayaan yang mendasari perilaku manusia serta implementasinya dalam bidang kesehatan.
  • Etika Profesi dan Hukum Kesehatan
Mata kuliah ini membahas materi tentang konsep dasar moral dan etika, nilai-nilai dasar dalam keperawatan, etika profesi keperawatan, konsep hak dan kewajiban perawat maupun klien, kode etik perawat internasional dan Indonesia, hubungan moral, etika, dan hukum, isu-isu etis dan biomedis yang menyebabkan konflik dan dilema moral, prinsip informed-consent dan informed-choice, dasar-dasar hukum kesehatan, landasan yuridis formal praktik keperawatan di Indonesia, hak-kewajiban-tugas pokok-kewenangan perawat, dan konsep malpraktik dalam praktik keperawatan profesional.
  • Praktik Keperawatan II
Mata kuliah ini diisi dengan kegiatan praktik laboratorium dan praktik observasi atau kunjungan lapangan ke Rumah Sakit untuk mengaplikasikan mata kuliah kebutuhan dasar manusia (lanjutan), metodologi keperawatan, serta etika profesi dan hukum kesehatan.
  • Pendidikan dalam Keperawatan
Fokus mata kuliah pada Konsep Dasar Pendidikan yang dikaitkan dengan Pendidikan dan Asuhan/Pelayanan Keperawatan. Penekanan pada proses pendidikan yang memperhatikan hakekat manusia sebagai insan yang penuh dengan keragaman dapat dan perlu memperoleh pendidikan. Pengenalan manusia terhadap konsep dan prinsip-prinsp yang berkaitan dengan teori pembelajaran dan proses belajar mengajar merupakan landasan berpijak dalam melakukan pendidikan formal keperawatan di dalam kelas, di berbagai tatanan praktik klinik keperawatan, maupun dalam memberikan pendidikan/penyuluhan kesehatan masyarakat. Mahasiswa diarahkan kepada strategi pengembangan kurikulum, berbadai metoda dan teknik pengajaran termasuk pengembangnan rancangan instruksional pengajaran untuk suasana kelas dan praktika klinik. Aspek yang dapat mempengaruhi perilaku kesehatan masyarakat berkaitan dengan perubahan sosial;  cara pendekatan pendidikan kesehatan terhadap masyarakat dengan status sosial yang berbeda, mahasiswa diarahkan kepada kemampuan mengidentifikasi masalah-masalah perilaku kesehatan yang perlu mendapat pendidikan tertentu. Prinsip-prinsip pendekatan yang perlu dilakukan mahasiswa dalam memotivasi dan memprakarsai perubahan perilaku kesehatan masyarakat.
  • Trend dan Isu Keperawatan
Dalam mata kuliah ini dibahas berbagai perkembangan terbaru di bidang keperawatan yang meliputi kebijakan dalam pelayanan kesehatan secara umum dan secara khusus yang berkenaan dengan bidang keperawatan, standar kompetensi perawat dan standar praktik keperawatan, perkembangan RUU Keperawatan, karir perawat di luar negeri, Registered Nurse (RN), jabatan fungsional perawat, teknologi diagnostik, screening, dan perawatan, perawat dan RS berstandar/bertaraf internasional, dll.
  • Komunikasi Terapeutik
Mata kuliah ini membahas materi tentang prinsip dasar komunikasi interpersonal, faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi, komunikasi efektif, konsep dasar komunikasi terapeutik, tahapan komunikasi terapeutik, prinsip dasar konseling, praktik komunikasi terapeutik pada klien-klien dengan gangguan khusus, dll.
  • Ilmu Keperawatan I
Mata kuliah ini meliputi ilmu kesehatan anak serta asuhan keperawatan anak dalam konteks keluarga, memberikan asuhan anak yang sehat dalam keluarga serta memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan penyakit ringan. Pada mata kuliah ini juga diberikan keterampilan bagaimana memberikan asuhan keperawatan yang aman dan efektif bagi neonatus, bayi, anak, remaja dan keluarganya sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya.  Selain itu juga dijelaskan asuhan keperawatan anak yang dirawat di rumah sakit dan keluarganya yang menderita penyakit kronis secara aman dan efektif bagi neonatus, bayi, anak, remaja dan keluarganya. serta diberikan keterampilan untuk memberikan asuhan pada anak secara langsung/tidak langsung membantu keluarga untuk merawat anaknya sesuai dengan membantu keluarga untuk merawat anaknya sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya dengan menerapkan berbagai upaya dan prinsip keperawatan anak dan menggunakan proses keperawatan anak sebagai pendekatan. Pengalaman belajar meliputi kuliah, diskusi tutorial, belajar mandiri, seminar kelas, praktek laboratorium dengan memperhatikan aspek keutuhan klien dan etis pelayanan serta implikasinya pada penelitian dan pengembangan keilmuan.
  • Praktik Keperawatan III
Mata kuliah ini diisi dengan kegiatan praktik laboratorium dan praktik observasi atau kunjungan lapangan ke Rumah Sakit untuk mengaplikasikan mata kuliah pendidikan dalam keperawatan, komunikasi terapeutik, dan keperawatan anak.
  • Ilmu Keperawatan II
Mata kuliah ini membahas tentang konsep dan teori keperawatan serta kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesehatan wanita usia subur, trend keperawatan maternitas, asuhan keperawatan ibu hamil, persalinan, setelah melahirkan dan bayinya sampai usia 40 hari pada kondisi normal beserta keluarganya. Mata kuliah ini membahas tentang konsep dan teori asuhan keperawatan risiko tinggi atau komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas. Selain itu, dalam mata kuliah ini juga dibahas isu-isu keperawatan maternitas seperti keluarga berencana dan metode kontrasepsi, kekerasan terhadap perempuan, infeksi saluran reproduksi, keganasan organ reproduksi, hak-hak reproduksi. Pengalaman belajar meliputi kuliah, diskusi tutorial, belajar mandiri, seminar kelas, praktek laboratorium dengan memperhatikan aspek keutuhan klien dan etis pelayanan serta implikasinya pada penelitian dan pengembangan keilmuan.
  • Keperawatan Lintas Budaya
Mata kuliah ini diisi dengan konsep dasar pelayanan kesehatan yang berbasis diversitas budaya dan agama, Purnell Model of Cultural Competence, praktik pelayanan kesehatan dalam budaya Arab, budaya Iran, budaya Cina, budaya Melayu, budaya Eropa (Perancis, Jerman, Italia), budaya Jepang, budaya Yahudi, budaya Korea, budaya India dan budaya Mesir; serta penyakit yang berbasis budaya dan etnis.
  • Manajemen Keperawatan
Manajemen keperawatan mempelajari tentang berbagai konsep dasar manajemen yang relevan dan spesifik diaplikasikan pada pelayanan keperawatan “current issues” yang berkaitan, serta sesuai dengan perkembangan keperawatan dan pola pelayanan. Pemahaman akan berbagai konsep manajemen keperawatan tersebut menjadi dasar untuk melakukan kajian dan telaah situasi pada berbagai area pelayanan keperawatan dengan pendekatan sistem dan proses, melalui pengalaman belajar ceramah, diskusi dan latihan/telaah kasus.
  • Entrepreneurship dalam Keperawatan
Mata kuliah ini terdiri atas topik konsep umum kewirausahaan, karakteristik wirausahawan, persyaratan untuk memulai kewirausahaan, modal dasar wirausaha, praktik penyusunan business plan, dan pengembangan entrepreneurship dalam praktik keperawatan di masa depan.
  • Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Mata kuliah ini terdiri dari beberapa kajian mendasar tentang konsep dasar keselamatan pasien (patient safety), konsep neglicence, malpractice, dan abuse, penegakkan sistem keselamatan pasien di rumah sakit, hygiene lingkungan kerja bagi perawat, pencegahan infeksi nosokomial dan iatrogenik, penerapan prinsip kewaspadaan universal dalam setiap melakukan tindakan keperawatan, stres kerja dan kecelakaan kerja, dll.
  • Praktik Keperawatan IV
Mata kuliah ini diisi dengan kegiatan praktik laboratorium dan praktik observasi atau kunjungan lapangan ke Rumah Sakit untuk mengaplikasikan mata kuliah keperawatan maternitas, kesehatan dan keselamatan kerja, manajemen keperawatan, dan keperawatan lintas budaya.
  • Ilmu Keperawatan III
Mata kuliah ini terdiri dari 3 bahan kajian utama yaitu keperawatan keluarga, keperawatan gerontik, dan keperawatan komunitas. Pada mata kuliah ini dibahas tentang konsep dasar lansia/gerontik dan pengaruhnya/dampaknya terhadap pemenuhan kebutuhan dasar manusia dan asuhan keperawatannya dengan penekanan pada peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan. Mata kuliah ini akan berguna dalam melaksanakan pelayanan/asuhan keperawatan pada lanjut usia di berbagai tatanan pelayanan kesehatan khususnya di keluarga dan masyarakat. Selain itu, pada mata kuliah ini juga dibahas tentang konsep dasar dan keperawatan komunitas, program-program kesehatan/kebijakan pemerintah dalam menanggulangi masalah kesehatan komunitas dalam konteks pelayanan kesehatan utama dengan penekanan pada peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan. Mata kuliah ini berguna dalam melaksanakan pelayanan/asuhan keperawatan di masyarakat dan kelompok khusus (panti asuhan, pesantren, sekolah dan industri). Pengalaman belajar meliputi kuliah, diskusi tutorial, belajar mandiri, seminar kelas, praktek laboratorium dengan memperhatikan aspek keutuhan klien dan etis pelayanan serta implikasinya pada penelitian dan pengembangan keilmuan.
  • Metodologi Riset Keperawatan
Mata kuliah ini berfokus pada pemahaman konsep dasar keilmuan yang digunakan sebagai metodologi dalam penelitian yang terdiri dari konsep dasar metode dan pendekatan ilmiah, konsep dasar penelitian dan pengembangan ilmu keperawatan, tahapan kegiatan penelitan, paradigma penelitian kuantitatif dan kualitatif dalam bidang keperawatan, sampling dan teknik sampling, penyusunan instrumen penelitian, dan proses pengumpulan data. Proses pembelajaran dilakukan melalui kegiatan ceramah, diskusi dan tutorial. Mata kuliah merupakan prasyarat bagi penyusunan skripsi.
  • Biostatistik dan Analisis Data
Mata kuliah ini berfokus pada kajian tentang penerapan kaidah-kaidah statistik dalam praktik dan penelitian keperawatan, vital statistik, aplikasi statistik inferensial dan statistik deskriptif dalam pengolahan data penelitian bidang keperawatan, uji hipotesis, dan penggunaan statistik dalam pengendalian/penjaminan mutu pelayanan keperawatan dan pengambilan keputusan.
  • Ilmu Keperawatan IV
Mata kuliah terdiri dari beberapa bahan kajian yang berfokus pada dasar-dasar psikiatri,pengertian dasar dan berbagai penyakit/gangguan jiwa yang terdapat di Indonesia, serta prinsip penanggulangan gangguan jiwa. Pada mata kuliah ini juga dibahas tentang konsep dasar keperawatan kesehatan jiwa yang meliputi: perkembangan keperawatan jiwa, psikodinamika, model kesehatan keperawatan jiwa, pelayanan dan kolaborasi interdisiplin dalam keperawatan jiwa dan keperawatan jiwa keluarga dan masyarakat. Mata kuliah ini berfokus pada klien sebagai sistem yang adaptif dalam rentang respon sehat jiwa – gangguan jiwa. Membahas tentang upaya keperawatan dalam pencegahan primer, sekunder dan tersier terhadap klien dengan masalah bio-psiko-sosio-spiritual dan gangguankesehatan jiwa, macam-macam terapi (terapi medik – terapi modalitas keperawatan), isu dan kecenderungan kesehatan jiwa di Indonesia serta peran serta perawat dalam penanggulangannya. Pengalaman belajar meliputi kuliah, diskusi tutorial, belajar mandiri, seminar kelas, praktek laboratorium dengan memperhatikan aspek keutuhan klien dan etis pelayanan serta implikasinya pada penelitian dan pengembangan keilmuan.
  • Praktik Keperawatan V
Mata kuliah ini diisi dengan kegiatan praktik laboratorium dan praktik observasi atau kunjungan lapangan ke Rumah Sakit untuk mengaplikasikan mata kuliah keperawatan keluarga, gerontik, dan keperawatan komunitas.
  • Praktik Keperawatan VI
Mata kuliah ini diisi dengan kegiatan praktik laboratorium dan praktik observasi atau kunjungan lapangan ke Rumah Sakit untuk mengaplikasikan mata kuliah keperawatan jiwa.
  • Ilmu Keperawatan V
Pada mata kuliah ini dibahas tentang penyakit atau kelainan organ tubuh yang dilakukan pembedahan, pengaruh berbagai teknik pembedahan terhadap fungsi organ dan tindakan yang perlu dilakukan sebelum, selama, dan sesudah pembedahan. Fokus pada klien dewasa yang mengalami masalah kesehatan dan perubahan fungsi sistem tubuh meliputi sistem pernafasan, kardiovaskuler, gastrointestinal, perkemihan, keganasan, masalah infeksi dan penyakit tropis melalui pendekatan patofisiologi dan psikologis dengan penekanan pada aspek preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Juga dibahas tentang gangguan dan penyakit pada sistem saraf pusat dan perifer berkaitan dengan kelainan vaskuler, trauma, keganasan, degeneratif, peradangan/infeksi, gangguan konduksi dan konginetal; pemeriksaan diagnostik yang spesifik untuk gangguan fungsi persarafan; penatalaksanaan medik. Selanjutnya pada mata kuliah ini juga dibahas tentang konsep dasar keperawatan medikal bedah, masalah-masalah yang berkaitan dengan kondisi patologis yang lazim terjadi pada berbagai gangguan sistem tubuh (persyarafan, pernafasan, kardiovaskuler, perkemihan, muskuloskeletal) serta “current issues” yang berkaitan. Mata kuliah ini mempelajari asuhan keperawatan klien masalah-masalah yang berkenaan dengan kondisi patologis yang lazim terjadi pada berbagai  gangguan sistem tubuh (pencernaan, endokrin, sistem kekebalan tubuh, penginderaan) serta “current issues” yang berkaitan. Pengalaman belajar meliputi kuliah, diskusi tutorial, belajar mandiri, seminar kelas, praktek laboratorium dengan memperhatikan aspek keutuhan klien dan etis pelayanan serta implikasinya pada penelitian dan pengembangan keilmuan.
  • Ilmu Keperawatan VI
Fokus pada pemberian asuhan keperawatan klien dalam usia sepanjang daur kehidupan dengan masalah gangguan kesehatan yang mengancam kehidupan akibat trauma atau proses lanjut penyakit, baik yang terjadi secara mendadak ataupun telah diantisipasi. Menyiapkan mahasiswa dengan kemampuan untuk penanganan kasus-kasus gawat (kritis) dan kedaruratan, baik dalam ataupun tanpa disertai kondisi lingkungan yang dapat dikendaikan secara mandiri dan kolaboratif, terpadu, efektif, cepat, dan tepat bertujuan mencegah kecacatan fisik, mental, ataupun kematian. Kegiatan belajar mengajar dialami di dalam suasana kelas terstruktur dan di lahan praktika, menggunakan metode ceramah, diskusi kasus dengan penekanan belajar menyelesaikan masalah (problem-based learning) dan praktika laboratorium untuk latihan resusitasi jantung-paru.
  • Praktik Keperawatan VII
Mata kuliah ini diisi dengan kegiatan praktik laboratorium dan praktik observasi atau kunjungan lapangan ke Rumah Sakit untuk mengaplikasikan mata kuliah keperawatan medikal bedah dan keperawatan gawat darurat.
  • Pengorganisasian dan Pemberdayaan Masyarakat
Pada mata kuliah ini dibahas tentang pengorganisasian dan pengembangan masyarakat, definisi masyarakat, bentuk-bentuk masyarakat, struktur dan organisasi masyarakat, lembaga-lembaga kemasyarakatan, status peran dan kepemimpinan dalam masyarakat, proses pengambilan keputusan dalam masyarakat, peran serta masyarakat, pendekatan dalam PPM, pengembangan organisasi, peran kemajuan teknologi dalam PPM, peran pendidikan dalam PPM. Mata kuliah ini merupakan bagian dari dasar-dasar keperawatan komunitas.
  • Keperawatan Paliatif
Mata kuliah ini terdiri dari beberapa bahan kajian penting yang berkaitan dengan keperawatan paliatif di antaranya prinsip dasar keperawatan paliatif, prinsip pengendalian nyeri kanker, kesehatan mulut pada beberapa penderita penyakit kronis, penatalaksanaan anoreksia, cachexia, fatique, dan gangguan nutrisi lainnya, perawatan paliatif pada pasien penyakit kronik non-malignancy, perawatan paliatif pada anak, perawatan paliatif di komunitas, terapi komplementer, spiritual care, prinsip komunikasi pada perawatan paliatif, skrining depresi pada perawatan paliatif, pelayanan keperawatan pasien terminal/sekarat, donasi organ/jaringan, prinsip cost of caring dalam perawatan paliatif, isu etis dalam keperawatan paliatif seperti euthanasia, proses pemberian dukungan keluarga pada penderita stadium terminal.
  • Manajemen Keperawatan Bencana
Mata kuliah ini terdiri dari beberapa bahan kajian penting yang berkaitan dengan bencana, yaitu esensial perencanaan bencana alam, kepemimpinan dan manajemen bencana dalam sistem pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan emergensi pada bencana alam, pelayanan Palang Merah Indonesia dalam bencana alam, dampak psikososial pada korban bencana alam, isu etis dan legal dalam respon terhadap bencana alam, komunikasi krisis, manajemen bencana, penerapan triage pada bencana alam, restorasi pelayanan kesehatan masyarakat pada bencana alam, pengelolaan kegawatdaruratan di luar rumah sakit, manajemen massa dengan luka bakar massal, cedera traumatik karena ledakan besar, manajemen efek psikososial, kebutuhan spesifik anak dan kaum perempuan saat bencana, serta identifikasi dan akomodasi kelompok masyarakat berisiko tinggi.
  • Skripsi
Kegiatan penyusunan skripsi didasari oleh penelitian yang merupakan kegiatan yang terencana, terarah, sistematik dan terkendali untuk memperoleh data dan informasi tentang masalah dalam bidang ilmu keperawatan dengan menggunakan metode ilmiah, untuk menjawab pertanyaan penelitian atau menguji hipotesis. Permasalahan penelitian keperawatan menyangkut bidang-bidang Ilmu Keperawatan Dasar, Medikal Bedah, Maternitas, Jiwa, Anak, Komunitas baik laboratorik, klinik atau penelitian lapangan, Manajemen Keperawatan dan atau kesehatan baik pelayanan atau pendidikan.

kumpulan askep